Penjumlahan Vektor

imagesPenjumlahan dan Pengurangan pada Vektor

Dalam melakukan operasi penjumlahan maupun pengurangan pada vektor, dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan aturan segitiga dan aturan jajargenjang.

  • Aturan Segitiga

Pada aturan segitiga ini dilakukan dengan cara menggeser dan menghimpitkan titik pangkal vektor  dengan titik ujung vektor . Kemudian pada titik pangkal vektor  dihubungkan dengan titik ujung pada vektor  sehingga diperoleh garis baru yaitu vektor , dimana vektor merupakan hasil penjumlahan  dan .

 

        

  • Aturan jajargenjang

   

Pada aturan jajargenjang, dilakukan dengan cara menggeser vektor  sehingga titik pangkal vektor  dan vektor  saling berhimpit. Selanjutnya membuat garis bantu yang sejajar dengan vektor  dan vektor  sehingga membentuk sebuah jajargenjang. Kemudian buat garis diagonal pada jajargenjang tersebut. Garis diagonal inilah yang menjadi vektor = + .

Dalam operasi penjumlahan dan pengurangan vektor, jika dibuat dalam bentuk matriks maka dapat dinyatakan sebagai berikut.

  • Pada vektor 2-D (R2)

± = ± =

Sehingga dapat dituliskan :

± = (a1,a2) ± (b1,b2) = (a1 ± b1, a2 ± b2)

  • Pada vektor 3-D (R3)

± = ± =

Sehingga dapat dituliskan :

± = (a1,a2,a3) ± (b1,b2,b3) = (a1 ± b1, a2 ± b2, a3 ± b3)

Untuk lebih jelasnya, silahkan disimak Video penjelasan tentang penjumlahan vektor berikut ini

Semoga memberi manfaat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s